Perjalanan Menikmati Keindahan Matahari Terbit di Danau Kelimutu

Perjalanan Menikmati Keindahan Matahari Terbit di Danau Kelimutu

3 Tahun yang lalu, Saya besyukur sekali bisa magang di salah satu LSM ekowisata di jakarta, kebetulan LSM tersebut sedang ada projek pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di beberapa daerah di Indonesia salah satunya di Flores, dan gak nyangka dan bersyukur banget Saya di tempatkan di Flores selama kurang lebih 4 bulan.

mulailah perjalanan Saya mengeksplor ke indahan alam dan budaya di Flores, salah satu yang cukup berkesan adalah ketika Saya mengunjungi Kabupaten Ende untuk melihat secara langsung ke Indahan danau kelimutu.

Saya di tempatkan di daerah bajawa, bajawa adalah kota yang terletak di kabupaten ngada, Flores, NTT, jarak antara bajawa dan kabupaten ende kurang lebih 125 km dan jarak dari Ende ke danau kelimutu kurang lebih 60km, saat saya melihat di map, perjalanan akan Saya tempuh dalam waktu 5-6 jam perjalanan, Oh Iyaa untuk menunjang kegiatan magang Saya di Flores, pihak LSM memberikan Saya motor Honda GL Pro untuk mobilisasi pekerjaan Saya disana, Bersyukur lah pokoknya, sekarang hanya tinggal cari waktu yang tepat aja buat nge Gas motor ke Kalimutu.

Akhirnya waktu itu datang juga, Saya berencana berangkat ke Kalimutu Sabtu Pagi, dan mencari penginapan disana, lalu hari minggu pagi baru menanjak untuk melihat matahari terbit, Saya mempersiapkan semua perlengkapan Saya pada hari jumat, Membawa beberapa camilan, jaket, celana panjang,sleeping bag, kaca mata, sarung tangan, obat-obatan dan jaket karena dari beberapa blog yang Saya baca suhu di moni cukup dingin pada malam hari dan Saya alergi udara dingin, okaayyy dimulailah perjalanan itu.

Pintu Masuk Taman Nasional Kelimutu

Pintu Masuk Taman Nasional Kelimutu

1. Menempuh Jarak 200km

Saya mulai berangakat dari Bajawa menuju Ende Pukul 07.00 Pagi, mulai mengendarai motor Honda GL Pro, mulai menikmati keindahan Jalan yang meliuk-liuk di Bajawa, sempat salah jalan sebentar lalu kembali melihat peta dan putar balik, sepanjang perjalanan di lalui dengan banyak sekali tebing-tebing, lalu kemudian beberapa jam berubah menjadi hamparan savana,  berubah kembali menjadi tepi pantai beberapa jam kemudian, dan akhirnya 6 jam perjalanan, sampai lah di Ende, Melewati Rumah Pengasingan Bung Karno, melewati beberapa rumah adat di moni, dan akhirnya sampailah di Taman Nasional Kelimutu kira-kira pukul 14.30.

Kampung Adat Wologai Ende

Kampung Adat Wologai Ende

Museum Serangga di TNK

Museum Serangga di TNK

2. Penginapan

Saya sampai di pintu masuk taman nasional kelimutu (TNK) sudah sangat siang, ketika Saya masuk ke dalam kantor dan ingin membeli tiket Saya disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan dikarenakan sudah terik dan disarankan untuk kembali besok pagi untuk melihat matahari terbit, untuk sore hari cuaca di kelimutu berkabut dan tidak di anjurkan untuk kesana, akhirnya Saya berpikir sebentar dan mulai mengobrol dengan penjaga loket TNK, untuk menanyakan penginapan yang paling dekat dengan TNK, mereka menyarankan agar mencari penginapn di daerah Moni, tarif penginapan di Moni juga relatif murah berkisar mulai dari 150.000 - 250.000 Rupiah pada Saat itu, jarak dari Moni ke TNK kurang lebihnya 15 km.

Singkat cerita mereka akhirnya tahu bahwa Saya adalah anak magang dari salah satu LSM Ekowisata di Jakarta, mereka sedikit kaget karena kepala kantor TNK mengenal sosok pimpinan LSM tempat Saya Magang, akhirnya Saya di tawari untuk tidur di kantor TNK malam itu, dan tidak jadi mencari penginapan, Alhamdulillah, rejeki anak soleh, karena solat Dhuha nih, Heee.

Museum Serangga di TNK

Museum Serangga di TNK

Museum di TNK

Museum di TNK

3. Mulai Menanjak

Saya mulai menanjak dari kantor TNK menuju puncak kelimutu pukul 04.30 WITA, kurang lebih perjalanan 15 – 20 menit dengan banyaknya kabut dan pepohonan dan tidak ada lampu penerang jalan waktu itu, apa dan akhirnya Saya sampai di tempat parkir kendaraan, kemudian memulai jalan kaki menuju danau kelimut kurang lebih menghabiskan waktu 30 menit dengan suasana yang masih gelap, sedikit berkabut, jalan yang tidak terjal, suasana yang dingin tetapi sangat mengasyikkan, ada beberapa pengunjung lain yang Saya temui sepanjang perjalanan tetapi tidak ramai dan bisa dibilang sangat-sangat sepi berbanding terbalik dengan gunung Tangkuban Perahu atau daerah puncak, ataupun gunung bromo.

Papan Peringatan di Kelimutu

Papan Peringatan di Kelimutu

Petunjuk Arah

Petunjuk Arah di Kelimutu

Papan Jalan di Kelimutu

Papan Jalan di Kelimutu

4.Matahari Terbit terbaik yang pernah Saya lihat

Mungkin itu judul yang cocok pada bab ini, tidak lebay, karena Saya beberapa kali menyaksikan matahari terbit dan belum pernah se indah ini, Saya sampai di puncak kira-kira pukul 05.30, dan warna-warna jingga, ungu, kuning sudah mulai terlihat di ufuk timur, Saya mempersipkan kamera Go Pro, dan kamera pocket, Saya tidak memiliki SLR/DSLR pada waktu itu, dan akhirnya detik-detik itu pun tiba, sedikit demi sedikit sinar matahari muncul dari ufuk timur, kemudian semakin lama, kabut yang awalnya menumpuk di atas danau kelimutu perlahan mulai memudar dengan cahaya matahari yang menyinarinya.

Kemudian terlihat air danau yang gelap, beberapa menit kemudian mulai terlihat pantulan cahaya matahari di air danau yang Saya sangat kagum dan takjub adalah pantulan cahaya matahari yang menyinari danau kelimutu ini sangat-sangat indah yang secara samar-samar membentuk pelangi di atas danau tersebut, Ohh Damn sangat-sangat Indah, nyesel gak bawa kamera yang lebih canggih ( padahal gak punya ), Saya bingung bagaimana mengungkapkannya, benar-benar sangat indah, Serius ketika Saya menulis ini Saya masih bisa membayangkan bagaiamana Indah dan damainya suasana saat itu.

Semua pengunjung dibuat takjub oleh fenomena alam ini, benar-benar sangat indah, sampai akhirnya beberapa menit kemudian semua matahari muncul ke permukaan dan warna air danau terlihat jelas, dengan warna abu dan cokelat untuk 2 danau di depan Saya, dan 1 danau berwana hitam yang terletak agak jauh dari 2 danau utama, bahagia sekali rasanya menyaksikan fenomena alam ini.

Danau Kelimutu Masih Berkabut

Danau Kelimutu Masih Berkabut

Kabut kelimutu mulai menghilang

Kabut kelimutu mulai menghilang

Sunrise di Kelimutu Mulai Muncul

Sunrise di Kelimutu Mulai Muncul

Sunrise di Kelimutu

Sunrise di Kelimutu

5. Menikmati Suasana Taman Nasional Kelimutu

Mungkin itu judul yang cocok pada bab ini, tidak lebay, karena Saya beberapa kali menyaksikan matahari terbit dan belum pernah se indah ini, Saya sampai di puncak kira-kira pukul 05.30, dan warna-warna jingga, ungu, kuning sudah mulai terlihat di ufuk timur, Saya mempersipkan kamera Go Pro, dan kamera pocket, Saya tidak memiliki SLR/DSLR pada waktu itu.

Akhirnya detik-detik itu pun tiba, sedikit demi sedikit sinar matahari muncul dari ufuk timur, kemudian semakin lama, kabut yang awalnya menumpuk di atas danau kelimutu perlahan mulai memudar dengan cahaya matahari yang menyinarinya, kemudian terlihat air danau yang gelap, beberapa menit kemudian mulai terlihat pantulan cahaya matahari di air danau yang Saya sangat kagum dan takjub adalah pantulan cahaya matahari yang menyinari danau kelimutu ini sangat-sangat indah yang secara samar-samar membentuk pelangi di atas danau tersebut, Ohh Damn sangat-sangat Indah, nyesel gak bawa kamera yang lebih canggih ( padahal gak punya ), Saya bingung bagaimana mengungkapkannya, benar-benar sangat indah, Serius ketika Saya menulis ini Saya masih bisa membayangkan bagaiamana Indah dan damainya suasana saat itu.

Semua pengunjung dibuat takjub oleh fenomena alam ini, benar-benar sangat indah, sampai akhirnya beberapa menit kemudian semua matahari muncul ke permukaan dan warna air danau terlihat jelas, dengan warna abu dan cokelat untuk 2 danau di depan Saya, dan 1 danau berwana hitam yang terletak agak jauh dari 2 danau utama, bahagia sekali rasanya menyaksikan fenomena alam ini.

Tugu di Kelimutu

Tugu di Kelimutu

Pedagang di Kelimutu

Pedagang di Kelimutu

Selfie sama pedanag di kelimutu

Selfie sama pedanag di kelimutu

6. Tips

  • Bagi Anda yang ingin mencari penginapan, alangkah baiknya mencari penginapan di daerah moni yang jaraknya kurang lebih 13 km dari TNK, disana memilki banyak sekali homestay.
  • Bagi Anda yang memiliki alergi dingin seperti Saya, lebih baik membawa jaket yang benar-benar tebal dan sleeping bag, karena waktu itu ketika tidur Saya sudah memakai Jaket Gunung, kupluk, sarung tangan, celana jeans, kaos kaki dan masih merasa sangat-sangat kedinginan.
  • Tiket masuk TNK Rp. 5000 / Weekday, Rp. 7500/ Weekend untuk tamu domestik, untuk tamu mancanegara jauh lebih mahal.
  • Apabila Anda mendarat di Labuan Bajo Anda bisa mnggunakan jasa sewa mobil disana untuk menuju Ende, dan perjalanannya akan lebih jauh
  • Membawa kamera, Tripod dan teman untuk mengambil foto.
  • Bawa Senter, selama perjalanan kurang ada penerangan.
  • Bawa air minum untuk yang mudah haus saat jalan kaki ke kelimutu
  • Jangan lupa berdoa agar cuaca tidak hujan dan berkabut di puncak kelimutu.
  • Yang mau nambahin silahkan komen dibawah
Pintu Masuk TNK

Pintu Masuk TNK

6 Comments

    1. Kalau dari labuan harus pakai mobil Mas, jaraknya lumayan jauh kalau dari Labuan Bajo ke Ende, 2 hari baru sampai Ende

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>